Transformasi Ekonomi Sumbawa Melalui Program Unggulan 05
InfoSumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah melalui implementasi Program Unggulan 05 yang diusung oleh Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori. Program ini berfokus pada industrialisasi produk unggulan serta peningkatan investasi strategis, dengan tujuan utama mendorong hilirisasi sektor pertanian, perikanan, dan pemanfaatan sumber daya lokal demi menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Sejak awal masa kepemimpinan, telah banyak kemajuan yang dicapai, antara lain:
- Hilirisasi Ayam Terintegrasi: Pemerintah daerah telah memfasilitasi investasi dalam hilirisasi ayam terintegrasi di Kawasan Serading dengan nilai mencapai Rp1,3 triliun. Proyek ini telah memasuki tahap pembangunan awal dan bertujuan untuk memperkuat rantai produksi peternakan dari hulu ke hilir, sambil menciptakan lapangan kerja baru.
- Pengembangan Kawasan Industri Garam: Sektor industri garam juga mendapat perhatian dengan konsolidasi lahan sekitar 10.000 hektare di Plampang-Empang. Investasi di sektor ini diperkirakan dapat mencapai Rp2,5 triliun, menjadikan daerah ini sebagai pusat produksi garam nasional.
- Proyek Strategis Nasional Akuakultur Udang: Di wilayah Moyo Utara, pemerintah mengajukan pengembangan akuakultur udang sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional. Dengan potensi investasi senilai Rp2,1 triliun, inisiatif ini diharapkan akan meningkatkan daya saing sektor perikanan lokal.
Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam mewujudkan berbagai inisiatif investasi ini. Kolaborasi ini memastikan adanya kepastian regulasi, dukungan infrastruktur, serta keberlanjutan dalam setiap investasi yang dilaksanakan.
Melalui Program Unggulan 05, terlihat jelas bahwa pembangunan Sumbawa bergerak dari sekadar produksi komoditas primer ke arah ekonomi berbasis nilai tambah. Hal ini penting karena sebelumnya, sebagian besar komoditas hanya dijual dalam bentuk mentah, sehingga manfaat ekonominya terbatas.
Dengan hilirisasi dan industrialisasi, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan lebih luas, di antaranya dalam bentuk:
- Pengadaan lapangan kerja baru
- Pengembangan industri pengolahan lokal
- Peningkatan pendapatan petani, peternak, dan nelayan
- Peningkatan Pendapatan Asli Daerah
Dari sudut pandang tata kelola anggaran, kebijakan ini mencerminkan strategi pembangunan yang berfokus pada optimalisasi peran investasi swasta untuk menumbuhkan ekonomi daerah. Hal ini memungkinkan anggaran APBD lebih diarahkan untuk penyediaan infrastruktur dasar, pembuatan regulasi, serta fasilitasi investasi.
Dengan berbagai langkah ini, pada tahun pertama pemerintahan Jarot-Ansori, telah dibangun fondasi yang kuat untuk transformasi ekonomi berkelanjutan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbawa.
