Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Dukung Keadilan Bencana Lewat Pameran Seni Inklusif

11 Apr 2026 • 22:52 iMedia

INFOSUMBAWA.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan University of Leeds, Inggris, dan Pascasarjana Universitas Mataram dalam menghadirkan Pameran Seni Resep Keadilan Bencana.

Pameran yang dibuka untuk umum itu berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB hingga 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan edukasi mengenai pengurangan risiko bencana yang inklusif.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Dr. H. Ashari, SH., MH., mengatakan pameran tersebut merupakan salah satu luaran utama dari Festival Resep Keadilan Bencana. Agenda itu bertujuan mempertemukan pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil untuk membahas jalur pengurangan risiko bencana yang lebih inklusif.

Festival pembuka telah digelar di Gedung Rektorat Universitas Mataram pada 6 April 2026. Sebelum dipamerkan di perpustakaan provinsi, karya-karya yang ditampilkan juga telah hadir di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat sejak awal tahun ini.

Ashari menjelaskan, karya seni yang dipamerkan bukan hanya menonjolkan unsur estetika, tetapi juga merupakan hasil integrasi temuan riset tentang keadilan bencana di Pulau Lombok yang dilakukan tim University of Leeds sejak Mei 2025.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak melihat realitas sosial masyarakat NTB dari berbagai sudut. Salah satu sorotan utama adalah kemiskinan sebagai bentuk bencana, yakni kondisi kemiskinan struktural yang membuat masyarakat sulit pulih dari krisis seperti gempa 2018 dan pandemi COVID-19.

Pameran ini juga menampilkan tantangan yang dihadapi kelompok rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, mulai dari diskriminasi, ketimpangan gender, hingga terbatasnya akses pendidikan dan pekerjaan layak.

Selain itu, pameran menyoroti ketangguhan lokal melalui berbagai inisiatif akar rumput seperti desa tangguh bencana, sekolah informal, dan usaha inklusif yang menunjukkan peran penting kelompok rentan dalam mendorong terwujudnya keadilan bencana.

Isu-isu tersebut sebelumnya juga dibahas dalam festival yang dihadiri lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk HWDI, GERKATIN, PPDI, Pesisir Juang, serta perwakilan Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam forum itu, peserta turut membahas persoalan ketidakadilan dalam kebencanaan, seperti minimnya lapangan kerja inklusif bagi difabel, pencegahan pernikahan anak yang berkaitan dengan kemiskinan struktural, hingga penyusunan kebijakan yang kerap belum melibatkan kelompok disabilitas.

Ashari mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, aktivis, dan warga umum untuk datang dan menyaksikan langsung pameran tersebut. Ia berharap pameran ini dapat membantu publik memahami pentingnya pengurangan risiko bencana yang bermakna dan inklusif.

“Mari jadikan kunjungan Anda ke Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB sebagai langkah awal untuk memahami dan mendukung pengurangan risiko bencana. Bersama-sama, kita wujudkan masyarakat NTB yang tangguh, inklusif, bebas dari kemiskinan struktural, dan terbebas dari diskriminasi,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya