NTB Jadi Model Nasional untuk KUR Ekonomi Kreatif

InfoSumbawa – Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, dan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, telah sepakat untuk menjadikan NTB sebagai contoh nasional dalam penerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor ekonomi kreatif. Kesepakatan ini terungkap dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta.

Gubernur Iqbal hadir didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Kepala Dinas Pariwisata NTB, serta Kepala Bappeda NTB. Dalam pertemuan itu, dibahas langkah-langkah untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi para pelaku ekonomi kreatif. Salah satu rencana yang dibahas adalah menjalin kerja sama dengan Bank NTB Syariah sebagai mitra penyaluran dana.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menekankan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru bagi daerah dan dapat membuka peluang bagi generasi muda. “Apabila skema pembiayaan ekonomi kreatif ini berjalan dengan baik di NTB, maka ini dapat dijadikan model bagi seluruh Indonesia. NTB siap menjadi laboratorium kebijakan untuk mengembangkan ekonomi kreatif tanah air,” ungkapnya.

Topik lain yang dibahas adalah penguatan skema KUR untuk industri kreatif berbasis kekayaan intelektual, yang memungkinkan pelaku usaha mendapatkan pembiayaan berbasis aset tidak berwujud seperti merek, hak cipta, dan produk kreatif terdaftar lainnya.

Menteri Teuku Riefky Harsya mengungkapkan pengakuan pemerintah pusat terhadap potensi NTB dalam menjadi daerah percontohan untuk implementasi pembiayaan ekonomi kreatif. “Visi NTB dalam mengembangkan ekonomi kreatif sangat jelas. Oleh karena itu, NTB adalah pilihan tepat untuk dijadikan role model nasional dalam KUR ekonomi kreatif bersama Bank NTB Syariah,” kata Menteri Riefky.

Melalui skema ini, pelaku usaha yang telah melalui kurasi berpotensi mendapat akses pembiayaan hingga ratusan juta rupiah. Kekayaan intelektual yang mereka miliki akan menjadi pertimbangan dalam penilaian kredit, sehingga memberi peluang lebih bagi mereka yang selama ini kesulitan memperoleh pembiayaan.

Lebih lanjut, pertemuan juga membahas penguatan ekosistem ekonomi kreatif di NTB, dengan pemerintah daerah mendorong pengembangan acara kreatif yang berbasis kekayaan intelektual. Hal ini bertujuan agar NTB tidak hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga mampu menciptakan event creator dengan kekayaan intelektual yang dapat dipasarkan secara nasional dan internasional.

Gubernur Iqbal juga menggambarkan rencana pengembangan NTB yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pariwisata, tetapi juga mencakup integrasi dengan ekonomi kreatif, teknologi digital, energi terbarukan, serta konektivitas internasional. Ia menekankan pentingnya pendekatan pembangunan kawasan Bali-NTB-NTT untuk diarahkan pada integrasi regional.

Pemerintah Provinsi NTB juga berupaya mengembangkan talenta digital melalui pendidikan teknologi informasi yang terkait langsung dengan industri. Selain itu, Mandalika diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi digital, dengan rencana pengembangan data center yang menggunakan energi terbarukan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari pengembangan talenta hingga infrastruktur digital. Dengan dukungan kebijakan pembiayaan KUR dan penguatan sektor digital, NTB diharapkan mampu menjadi teladan dalam pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya