RS Mutiara Sukma Perluas Layanan Kesehatan Perempuan, Anak, dan Kebugaran

14 Apr 2026 • 01:56 iMedia

INFOSUMBAWA.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong inovasi layanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan akses yang lebih lengkap, mudah, dan berkualitas. Salah satu langkah itu dilakukan Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS) Provinsi NTB yang tidak hanya berfokus pada layanan jiwa, tetapi juga memperluas layanan kesehatan perempuan, anak, dan kebugaran.

Direktur RS Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida, mengatakan pengembangan layanan tersebut mencakup Women’s Health Care dan Medical Wellness Hospital yang terintegrasi dengan layanan kesehatan jiwa. Layanan ini dirancang secara paripurna, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

“Ke depannya, kami akan membuka layanan kesehatan umum yang dibatasi. Kami konsen terhadap kesehatan ibu dan anak serta kebugaran,” ujar dr. Wiwin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 9 April 2026.

Ia menjelaskan, konsep Women’s Health Care tidak hanya menyasar pelayanan medis, tetapi juga mendorong lebih banyak perempuan terlibat langsung dalam pemberian layanan, termasuk pada tim keamanan rumah sakit. Menurut dia, langkah ini diharapkan membuat RSMS semakin berkembang sebagai rumah sakit yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tahun ini, kami berupaya untuk memantapkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Selain layanan jiwa, kami juga berfokus pada kesehatan ibu dan anak,” tegasnya.

RS Mutiara Sukma merupakan salah satu rumah sakit kelas B milik Pemerintah Provinsi NTB. Sejalan dengan visi dan misi Gubernur NTB dalam RPJMD, rumah sakit ini mencatat sejumlah capaian strategis selama satu tahun kepemimpinan Iqbal-Dinda pada 2025-2026.

Pertama, pada aspek penataan tata kelola perumahsakitan, RSJ Mutiara Sukma resmi berganti nama menjadi RS Mutiara Sukma (RSMS). Perubahan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, serta Keputusan Gubernur NTB Nomor 100/3/3/1-655 Tahun 2025. Perubahan nama tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi stigma rumah sakit khusus jiwa dan memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat NTB. Bersamaan dengan itu, RSMS juga menyesuaikan logo, motto, dan identitas kelembagaan lainnya.

Kedua, dari sisi peningkatan akses pelayanan, mutu, dan keselamatan pasien, RSMS berhasil mencapai 100 persen indikator Mutu Nasional Rumah Sakit (INM) pada 2025. Rumah sakit ini juga dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan good practice pelaporan insiden keselamatan pasien tingkat Provinsi NTB.

Jumlah kunjungan pasien rawat jalan pada 2025 tercatat sebanyak 93.033 pasien, naik dibanding 2024 yang mencapai 82.853 pasien. Sementara itu, kunjungan rawat inap pada 2025 mencapai 2.206 pasien, meningkat dari 2.070 pasien pada 2024.

“Kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatan jiwa meningkat. Di samping dokter spesialis kejiwaan yang lengkap, kami juga terus melakukan inovasi pelayanan yang ramah. Edukasi dan sosialisasi terus dilakukan agar stigma berkunjung ke RSMS berkurang,” jelasnya.

Ketiga, pada aspek peningkatan pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSMS menjalankan lima strategi utama. Di antaranya ekstensifikasi pelayanan melalui poliklinik konsultan kesehatan jiwa anak remaja, poliklinik konsultan adiksi, serta poliklinik konsultan tumbuh kembang anak dan pediatri sosial.

Selain itu, rumah sakit juga melakukan intensifikasi layanan dengan menambah kualitas pelayanan yang sudah ada, seperti membuka poliklinik sore untuk layanan kesehatan jiwa, saraf neurologi, dan rehabilitasi medik. RSMS juga mengembangkan inovasi berbasis digital dan non-digital, seperti aplikasi Mutiara Sukma, Lapor Budir, Psikolog Goes To School, Pojok Healing, Sistem Rujukan Tiga Pilar Plus, serta Sistem Dokumentasi dan Informasi Regulasi.

Dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia, RSMS menargetkan minimal 60 persen pegawai mengikuti pelatihan JPL setiap tahun. Pada 2025, capaian pelatihan internal maupun eksternal telah mencapai 96,85 persen. Di sisi lain, program digitalisasi berbasis Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga terus dikembangkan melalui 38 Pemdig eksternal dan delapan Pemdig internal.

Keempat, RSMS juga menaruh perhatian pada pemeliharaan citra positif rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menampung saran dan masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya