Universitas Pendidikan Mandalika Terapkan Teknologi Pertanian Cerdas di Desa Jurit

27 Sep 2025 • 11:24 Redaksi

Universitas Pendidikan Mandalika, melalui program pengabdian kepada masyarakat, telah melaksanakan inisiatif penerapan teknologi pertanian cerdas bagi kelompok tani di Desa Jurit, Lombok Timur. Program ini berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian cabai dan pengelolaan pascapanen yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi berkelanjutan.

Universitas Pendidikan Mandalika Terapkan Teknologi Pertanian Cerdas di Desa Jurit

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai konsep pertanian cerdas dan pentingnya efisiensi pengolahan hasil pertanian. Para petani kemudian diberikan pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan Smart Nethouse dengan sistem irigasi otomatis serta Dome Solar Dryer untuk pengeringan benih dan limbah cabai. Teknologi ini memungkinkan pengendalian iklim mikro pada lahan cabai, serta menghasilkan produk olahan berupa bubuk cabai kering dengan standar mutu yang lebih baik.

Manfaat Teknologi Baru

Ketua tim pengabdian, Akbar Juliansyah, mengungkapkan bahwa teknologi ini dirancang untuk mengatasi tantangan petani dalam menjaga kualitas produksi. Menurutnya, “Dengan Smart Nethouse, efisiensi penggunaan air meningkat dan risiko gagal panen berkurang. Sementara itu, Dome Solar Dryer memastikan proses pengeringan cabai lebih higienis, cepat, dan sesuai standar. Teknologi ini menjadi solusi nyata bagi petani untuk meningkatkan daya saing produk mereka.”

Herman Sopian, perwakilan kelompok tani Desa Jurit, juga menyambut baik inovasi ini. “Sebelumnya kami mengalami kesulitan dalam menjaga kualitas benih dan mengolah limbah cabai. Dengan pendampingan dari Universitas Pendidikan Mandalika, kami sekarang dapat menghasilkan benih cabai yang lebih baik dan memanfaatkan limbah menjadi bubuk cabai bernilai jual,” ujarnya.

Dukungan dan Harapan

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB juga mendukung penerapan teknologi pertanian cerdas ini. Seorang perwakilan BRIDA menyatakan bahwa program ini sejalan dengan arah riset daerah untuk mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian. “Kami mendukung wacana yang digagas perguruan tinggi dan kelompok tani di Desa Jurit agar dapat diperluas dan menjadi model bagi daerah lain,” tambahnya.

Hasil dari kegiatan ini meliputi penerapan teknologi Smart Nethouse dan Dome Solar Dryer, peningkatan keterampilan petani, serta pemanfaatan limbah cabai menjadi produk bernilai jual. Program ini juga menghasilkan publikasi ilmiah, rekognisi mahasiswa, dokumentasi video, dan peluang Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dengan dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemendikti Saintek 2025, pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian cabai dan memperkuat daya saing petani Desa Jurit.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya