Gubernur NTB Dorong Penguatan SMK Melalui Link and Match

27 Feb 2026 • 03:14 iMedia

InfoSumbawa – Penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat bergantung pada penerapan prinsip link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat melakukan kunjungan ke SMKN 1 Gerung dalam acara Safari Ramadan 1447 Hijriah.

Di hadapan para kepala sekolah, pengajar, siswa, dan orang tua, Gubernur menyatakan bahwa Pemprov NTB berkomitmen agar SMK menjadi solusi dalam menghadapi masalah pengangguran di wilayah tersebut.

“Kami tidak ingin SMK menjadi penyumbang pengangguran, melainkan solusi untuk mengatasinya. Oleh karena itu, kerjasama antara SMK dan dunia usaha sangat penting,” ujarnya dengan tegas.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, ada subsidi untuk sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bagi lebih dari 400 siswa, yang akan ditambah pada anggaran berikutnya. “Kami ingin anak-anak tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang akan memudahkan mereka memasuki dunia kerja, bahkan hingga ke luar negeri,” jelas Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.

Gubernur menambahkan bahwa beberapa sertifikasi LSP sudah diakui secara internasional, termasuk di bidang pengelasan, yang memberikan peluang bagi lulusan SMK NTB untuk bersaing secara global.

Pemprov NTB juga mendorong siswa SMK untuk terlibat dalam proyek-proyek pemerintah, terutama yang dikelola Dinas PUPR, sehingga mereka mendapatkan pengalaman kerja sebelum kelulusan. “Jika siswa SMK terlibat dalam proyek ini, mereka akan memiliki nilai lebih ketika mencari pekerjaan nanti,” ujarnya.

Demi meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan dan pengembangan unit produksi, Gubernur mendorong SMK untuk bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga membahas tentang peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berkembang di NTB, di mana terdapat kesenjangan antara permintaan dan pasokan, terutama untuk komoditas seperti telur. “Produksi kita baru memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan MBG. Ini merupakan kesempatan besar bagi jurusan tata boga, pertanian, dan peternakan di SMK untuk berkontribusi,” katanya.

Menanggapi aspirasi sekolah terkait sarana dan prasarana, Gubernur memastikan bahwa revitalisasi SMK menjadi prioritas Pemprov NTB dan akan dilakukan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, yang turut serta dalam kunjungan tersebut, menekankan bahwa penguatan SMK merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTB. “Kami ingin setiap SMK memiliki keunggulan spesifik yang mendukung lulusan untuk memasuki pasar kerja. Dengan sertifikasi dan kolaborasi industri, kami optimis SMK di NTB semakin kompetitif,” tutupnya.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen Pemprov NTB dalam memperkuat pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan industri dan tantangan ketenagakerjaan di daerah.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya