Penguatan Sistem Penanggulangan Bencana di NTB untuk Tahun 2026

28 Feb 2026 • 01:18 iMedia

InfoSumbawa – Posisi geografis Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di jalur rawan bencana seperti gempa bumi dan tsunami menjadikan penguatan sistem pengelolaan risiko bencana sebuah keharusan. Dalam hal ini, pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan perlu diterapkan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, dan organisasi masyarakat sipil untuk menyusun strategi mitigasi yang efektif.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, bekerja sama dengan Program SIAP SIAGA, secara konsisten menerapkan pendekatan sistematis dalam penanggulangan bencana. Sebagai langkah awal, kegiatan kick off digelar pada Kamis, 26 Februari 2026, di Kota Mataram untuk meresmikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2026.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menekankan bahwa acara kick off bukan sekadar formalitas melainkan sebagai platform penting untuk menyelaraskan visi dan komitmen dalam program-program yang mendukung pembangunan daerah. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sejalan dengan prioritas pembangunan daerah,” ujar Sadimin.

Program utama untuk tahun mendatang fokus pada penguatan sistem kelembagaan melalui kerjasama yang lebih baik antara berbagai pihak, termasuk penyelarasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) di provinsi dan tiga kabupaten, yakni Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa.

Sadimin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan wilayah. Dengan kick off ini, diharapkan rencana aksi yang berkelanjutan dapat dihasilkan sepanjang tahun. “Kami berharap kerjasama yang terjalin akan semakin kuat hingga akhir Program SIAP SIAGA,” tambahnya.

Sejak diluncurkan, kerjasama ini telah melahirkan banyak inisiatif, termasuk Unit Layanan Disabilitas yang memfokuskan pada pengumpulan data penyandang disabilitas di tiga kabupaten. Keterlibatan masyarakat juga sangat penting dalam upaya peningkatan ketangguhan terhadap bencana. Melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan program KKN Tematik Destana, desa-desa mendapatkan bantuan dan pendampingan yang diperlukan.

Kegiatan kick off ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah Australia. Catherine Meehan, First Secretary (Humanitarian) dari Kedutaan Besar Australia, dan Lucy Dickinson, Team Leader Program SIAP SIAGA, hadir untuk mendukung acara. Dari pemerintah daerah, acara dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, dan dihadiri oleh Sadimin.

Selama program ini, tujuh inisiatif akan dilaksanakan secara kolaboratif, mencakup peningkatan strategi penanggulangan bencana, pemetaan risiko, serta pengembangan kebijakan dan peraturan untuk kesiapan bencana. Semua upaya ini bertujuan untuk memberikan dampak nyata dalam pengelolaan risiko bencana di NTB, serta memperkuat kapasitas logistik untuk penanggulangan bencana lokal.

Keberhasilan Program SIAP SIAGA tidak hanya diukur dari implementasinya, tetapi juga dari bagaimana masyarakat terlibat dan beradaptasi terhadap tantangan bencana yang ada di daerah mereka.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya