Pemprov NTB Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Berbagai Program Bantuan
InfoSumbawa – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, terus berupaya untuk mengoptimalkan penyebaran program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk meningkatkan mutu, relevansi, dan pemerataan layanan pendidikan, terutama pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh wilayah NTB.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar Pemprov NTB untuk memastikan bahwa setiap satuan pendidikan mendapatkan akses layanan yang maksimal, serta mendukung pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Plt Kepala Dinas Dikpora NTB, Bowo Susatyo, mengatakan bahwa salah satu program utama yang difokuskan adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
BOS adalah dana alokasi khusus nonfisik yang bertujuan untuk mendukung biaya operasional sekolah nonpersonalia, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan berkualitas. Proses penyaluran dana BOS dilakukan secara langsung ke sekolah sesuai dengan jumlah siswa yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Dana BOS digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional sekolah seperti pemeliharaan sarana, pengadaan barang dan jasa, penyediaan buku, serta pembayaran honor guru non-PNS,” jelas Yaniwardan, Koordinator Pokja Kelembagaan dan Kurikulum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB.
Pada tahun 2026, total penyaluran BOS untuk SMA di NTB mencakup 149 satuan pendidikan negeri dengan anggaran mencapai Rp160,3 miliar, dan 237 satuan pendidikan swasta dengan alokasi sekitar Rp30,47 miliar. Bantuan ini tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB, termasuk Bima, Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kota Bima, dan Kota Mataram.
Selain BOS, Pemprov NTB juga mendorong akselerasi transformasi pembelajaran melalui Program Bantuan Alat Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP). Teknologi ini menawarkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, memfasilitasi guru dan siswa dalam berinteraksi langsung dengan materi visual melalui layar sentuh.
Hingga tahun 2026, sebanyak 356 dari total 424 SMA di NTB telah menerima bantuan papan interaktif digital. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa, fokus belajar, dan pemahaman materi di era digital.
Di sisi lain, Pemprov NTB juga melaksanakan Program Revitalisasi Sekolah SMA yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi, pembangunan, dan penyediaan fasilitas yang lebih layak. Program ini dilaksanakan secara swakelola oleh satuan pendidikan dan saat ini progresnya telah mencapai 100 persen.
“Untuk tahun 2026, 33 SMA negeri dan 25 SMA swasta diusulkan sebagai penerima program revitalisasi, dan prosesnya telah melalui verifikasi serta sinkronisasi data Dapodik sampai dengan 31 Oktober 2025, menunggu penetapan dari pemerintah pusat,” ungkap Yaniwardan.
Ia menekankan bahwa optimalisasi semua program bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov NTB untuk menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas. “Pemprov NTB memastikan bahwa seluruh bantuan dari pemerintah pusat dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” tuturnya.
Dengan berbagai intervensi program tersebut, Pemprov NTB berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, modern, dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat secara berkesinambungan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
