Langkah Strategis NTB Antisipasi Lonjakan Angkutan Ternak Menjelang Idul Adha

08 Apr 2026 • 23:26 iMedia

InfoSumbawa – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan berlangsung pada bulan Mei mendatang, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB mulai mengambil langkah-langkah proaktif untuk menangani potensi penumpukan angkutan ternak di pelabuhan. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan kolaborasi bersama instansi terkait untuk memastikan distribusi ternak dari NTB ke berbagai daerah, terutama Pulau Jawa, berjalan tanpa hambatan.

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Drs. Ervan Anwar, M.M., menekankan pentingnya pembentukan Satuan Tugas (Satgas) sebagai salah satu langkah utama. Satgas ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul di lapangan, khususnya penumpukan kendaraan pengangkut ternak di area pelabuhan.

“Satgas ini dibentuk agar pengaturan arus lalu lintas di pelabuhan dapat berjalan dengan efektif. Kami telah melakukan koordinasi dengan asosiasi peternak untuk memastikan proses distribusi ternak terlaksana dengan baik,” jelasnya saat ditemui di kantornya pada Rabu, 8 April 2026.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas, Dishub NTB juga memperluas zona penyangga (buffer zone) di sekitar pelabuhan. Langkah ini diharapkan dapat menampung lonjakan kendaraan pengangkut ternak menjelang Idul Adha yang biasanya meningkat secara signifikan.

“Kami sudah menyiapkan buffer zone yang lebih luas untuk menghindari penumpukan kendaraan di dalam pelabuhan. Ini adalah bagian dari strategi mitigasi kemacetan yang kerap terjadi setiap tahunnya,” tambahnya.

Dari aspek hulu, pengaturan jadwal keberangkatan ternak juga diperkuat dengan melibatkan Dinas Peternakan. Distribusi ternak dari daerah sentra seperti Bima dan Sumbawa akan dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan dengan situasi di pelabuhan.

“Dengan pengaturan yang baik dari hulu, kami optimis kemacetan dapat dihindari. Pengendalian tidak hanya dilakukan di pelabuhan, tetapi juga di lokasi asal ternak,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran arus logistik, Dishub NTB meningkatkan fasilitas pelabuhan dengan menambah jumlah dermaga operasional. Dermaga yang awalnya berjumlah dua sekarang ditingkatkan menjadi tiga agar dapat mengakomodasi tingginya aktivitas pergerakan orang dan barang.

“Proses penambahan dermaga masih dalam tahap pengusulan kepada ASDP sebagai pengelola pelabuhan Kayangan Poto Tano, sehingga kami berharap dapat segera terealisasi,” tuturnya.

Tak ketinggalan, alternatif pengangkutan melalui program tol laut juga dimaksimalkan. Kapal tol laut yang mampu mengangkut hingga 500 ekor ternak dalam sekali perjalanan disiapkan sebagai opsi tambahan untuk distribusi ke Pulau Jawa.

“Kami berupaya mendorong penggunaan jalur tol laut sebagai deviasi angkutan ternak. Rute yang semula dari Bima ke Tanjung Priok (Jakarta) akan diubah menjadi Bima ke Tanjung Perak (Surabaya), sehingga waktu tempuh pengiriman ternak semakin singkat,” jelasnya.

Dishub NTB juga telah menjalin komunikasi dengan pemilik kapal serta pemerintah pusat terkait kesiapan armada, termasuk memfasilitasi perpanjangan masa docking kapal khusus ternak untuk memastikan keamanan dan keberlangsungan operasional.

Sebagai bentuk dukungan kebijakan, Dishub NTB siap mengajukan surat resmi kepada kementerian terkait jika diperlukan, termasuk dalam hal penguatan regulasi serta sosialisasi kepada pelaku usaha angkutan ternak.

Dengan langkah-langkah yang diambil, Pemprov NTB optimis bahwa distribusi ternak menjelang Idul Adha dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa kendala yang berarti, sehingga kebutuhan masyarakat di berbagai daerah dapat terpenuhi dengan baik.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya