Teknologi & Digital

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Sekadar untuk Bermain, Kini Dimanfaatkan sebagai PC Kerja

INFOSUMBAWA.COM – Pasar konsol gaming genggam disebut terus menunjukkan pertumbuhan positif sejak 2023. Selain menawarkan hiburan portabel, perangkat ini juga mulai dimanfaatkan sebagian pengguna untuk bekerja karena fleksibilitas yang ditawarkannya. ASUS Indonesia menilai tren…

iMedia October 18, 2026 · 10:55 am
ADVERTISEMENT970 × 90

INFOSUMBAWA.COM – Pasar konsol gaming genggam disebut terus menunjukkan pertumbuhan positif sejak 2023. Selain menawarkan hiburan portabel, perangkat ini juga mulai dimanfaatkan sebagian pengguna untuk bekerja karena fleksibilitas yang ditawarkannya.

ASUS Indonesia menilai tren tersebut muncul seiring kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat ringkas untuk menjalankan aktivitas di luar rumah, tanpa harus membawa perangkat yang berat. Sistem operasi Windows pada konsol gaming genggam membuat perangkat ini bisa dipakai tidak hanya untuk bermain gim, tetapi juga untuk mengerjakan tugas kuliah hingga aplikasi perkantoran.

Menurut Brama, tren ini terlihat dari kebiasaan sebagian pengguna yang memasang aplikasi seperti Microsoft Word untuk mengerjakan tugas, termasuk skripsi. Dengan tambahan layar dan keyboard, konsol gaming genggam dapat difungsikan sebagai komputer portabel.

“Jadi enggak hanya buat main game sebenarnya. Fungsinya tuh ada tambahan buat kerja juga,” ujar Brama dalam agenda ROG XBOX Ally X20 Bundle Exclusive Media Preview di Jakarta, belum lama ini.

Meski demikian, ASUS Indonesia belum memiliki data kuantitatif terkait berapa persen pengguna yang memakai konsol gaming genggam untuk bekerja. Informasi yang ada masih bersumber dari pengalaman serta cerita pengguna perangkat tersebut.

Di sisi lain, industri konsol gaming genggam juga menghadapi tantangan dari kenaikan harga komponen global. Brama menyebut perangkat ini memakai sejumlah komponen yang juga digunakan pada laptop, sehingga tetap terdampak kondisi pasokan di pasar global.

Ia memperkirakan kenaikan harga komponen berpotensi mendorong harga konsol gaming genggam naik sekitar 10 hingga 20 persen. Namun, angka tersebut masih bersifat perkiraan dan bukan gambaran pasti untuk seluruh produk di pasar Indonesia.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive

Tinggalkan Komentar

Tulis tanggapan Anda dengan sopan dan relevan dengan artikel. Email tidak akan dipublikasikan.