Skip to content
Infosumbawa.com | Berita Terkini Sumbawa & NTB

Infosumbawa.com | Berita Terkini Sumbawa & NTB

  • Beranda
  • Berita Nasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Lingkungan
  • Kriminal & Hukum
  • Lifestyle & Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
Infosumbawa.com | Berita Terkini Sumbawa & NTB / Teknologi & Digital

Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ancaman Siber Bergeser ke Pencurian Data Login

iMedia Diterbitkan 23 April 2026 01:52 WIB
SHARE

INFOSUMBAWA.COM – Kaspersky melaporkan lebih dari satu juta akun perbankan diretas selama 2025 akibat serangan malware pencuri data atau infostealer. Temuan ini menunjukkan pergeseran tren kejahatan siber finansial dari metode lama ke pencurian kredensial.

Dalam laporan terbarunya, Kaspersky menyebut pelaku kini tidak lagi terlalu bergantung pada malware perbankan tradisional di PC. Sebaliknya, mereka memanfaatkan rekayasa sosial, perdagangan data di dark web, serta situs e-commerce palsu untuk mencuri data login pengguna.

Infostealer menjadi alat utama para peretas untuk mengambil data sensitif, mulai dari nama pengguna, kata sandi, cookie, hingga data kartu bank dan aset kripto. Data yang dicuri kemudian dijual atau disebarkan di dark web, sehingga memudahkan pengambilalihan akun dan penipuan finansial.

BACA JUGA
Samsung Galaxy A27 Terungkap: Snapdragon Gantikan Exynos, Kamera Ultrawide Turun ke 5 MP 4 Jam Tangan Pintar yang Cocok untuk Pemakaian Sehari-hari, Harga Mulai Rp200 Ribuan Vivo X Fold 6 Siap Meluncur, Kamera 200 MP dan Baterai 6.900 mAh Jadi Andalan

“Dark web telah menjadi pusat utama kejahatan siber finansial. Kredensial dan kartu perbankan yang dicuri dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual di sana,” ujar Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, ekosistem tersebut membuat serangan semakin mudah dilakukan, bahkan oleh pelaku dengan kemampuan teknis yang terbatas.

Selain malware, serangan phishing juga masih mendominasi. Pada 2025, situs palsu yang meniru toko online menjadi yang paling banyak digunakan, mencapai 48,5 persen dari total serangan phishing finansial.

Adapun target perbankan mencapai 26,1 persen, sementara sistem pembayaran sekitar 25,5 persen. Penurunan phishing perbankan menunjukkan sistem bank semakin sulit ditembus, sehingga pelaku beralih ke metode yang dinilai lebih mudah, seperti menipu pengguna melalui platform belanja online.

Kaspersky juga mencatat perubahan perilaku pengguna yang kini lebih banyak mengakses layanan keuangan melalui smartphone. Akibatnya, serangan malware finansial di PC menurun, sementara serangan ke perangkat mobile meningkat hingga 1,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Di kawasan Asia Pasifik, serangan malware finansial pada perangkat mobile bahkan melonjak signifikan hingga 132 persen sepanjang tahun.

Tren ini menegaskan bahwa ancaman siber kini semakin berfokus pada pencurian data login dan kredensial, bukan lagi semata-mata membobol sistem perbankan secara langsung.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.
TAGS bankdark webdata logininfostealerkeamanan digitalmalwarephishingsiber

Berita Terkait

Samsung Galaxy A27 Terungkap: Snapdragon Gantikan Exynos, Kamera Ultrawide Turun ke 5 MP 4 Jam Tangan Pintar yang Cocok untuk Pemakaian Sehari-hari, Harga Mulai Rp200 Ribuan Vivo X Fold 6 Siap Meluncur, Kamera 200 MP dan Baterai 6.900 mAh Jadi Andalan LG Roadshow 2026 Ungkap Tren Monitor Modern, dari UltraWide hingga Smart Monitor 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 11 Juni 2026, Cek Jadwal Rotasi Draft untuk Incar Ronaldinho 120 OVR 48 Kode Redeem FF Terbaru 11 Juni 2026, Bocoran Elite Pass Golden Jadi Sorotan 8 HP Midrange Terbaru 2026 yang Kencang, RAM 12 GB hingga Baterai 9.020 mAh Meta Luncurkan Agen AI untuk Bisnis, Bisa Balas Pelanggan 24 Jam di WhatsApp dan Instagram
Connect with Us
Copyright © 2026 Infosumbawa.com | Berita Terkini Sumbawa & NTB. All Rights Reserved.