Pentingnya Puasa sebagai Wadah Pembentukan Karakter Manusia
InfoSumbawa – Dalam rangkaian Safari Ramadan pada hari Jumat, 27 Februari, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memberikan penekanan mendalam mengenai makna ibadah puasa. Ia berbicara di Masjid Syiarul Islam At Thayyibi, Desa Beriri Jarak, Kabupaten Lombok Timur, dengan menekankan bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih merupakan latihan untuk mengendalikan diri.
Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa ibadah puasa memiliki fungsi fundamental dalam membentuk karakter manusia, mirip seperti yang diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya sebelum Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan bahwa puasa adalah instrumen ilahiah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia.
“Puasa itu adalah latihan untuk menahan diri, karena sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, kita seringkali mudah tergoda dan berlebihan,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa setiap aspek kehidupan memiliki batas tertentu, seperti air, udara, dan harta. Menjaga keseimbangan dalam hidup adalah hal yang sangat penting.
Gubernur menyoroti bahwa jika manusia melampaui batas, berbagai kerusakan dapat terjadi, baik itu kerusakan lingkungan, sosial, maupun mental. “Puasa melatih kita untuk tidak bersikap serakah dan memahami kapan waktu yang tepat untuk berhenti,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia tidak lupa menyinggung berbagai bencana yang melanda beberapa daerah, termasuk NTB, sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan. Pembangunan, menurutnya, harus selalu disertai kesadaran untuk menjaga lingkungan serta memperkuat solidaritas sosial.
Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menekankan bahwa puasa juga merupakan alat untuk membangun empati. Dengan merasakan lapar dan dahaga, individu diharapkan dapat lebih memahami kondisi mereka yang hidup dalam keterbatasan. “Jika kita dapat menahan diri, di situlah kepekaan untuk berbagi dapat tumbuh,” ungkapnya.
Di sisi lain, Gubernur juga menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus, meskipun hal ini bukan satu-satunya prioritas. Menyediakan jalan, jembatan, dan fasilitas publik menjadi syarat agar berbagai aktivitas seperti ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan dapat berlangsung dengan baik. “Tanpa infrastruktur yang baik, pertumbuhan akan terhambat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan pengembangan karakter dan kesadaran sosial. Infrastruktur memang penting untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat mobilitas, tetapi tanpa penguatan nilai-nilai dan pengendalian diri, kemajuan yang dicapai dapat kehilangan arah. Oleh karena itu, keseimbangan antara pembangunan fisik dan pengembangan spiritual serta moral menjadi kunci untuk pertumbuhan NTB yang berkelanjutan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
