Laporan Kinerja Pemprov NTB 2025: Ekonomi Tangguh Menuju NTB yang Makmur
InfoSumbawa – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengungkapkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) untuk Tahun Anggaran 2025 dalam forum Sidang Paripurna DPRD NTB yang berlangsung pada Senin, 30 Maret. Laporan ini mencerminkan evaluasi kinerja tahun pertama pemerintahan periode 2025–2030, serta menekankan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika kebijakan nasional dan tantangan global.
Dalam laporan tersebut, Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi “Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur dan Mendunia”. Arah kebijakan ini diimplementasikan melalui tujuh misi pembangunan dan tiga agenda prioritas, yaitu penanggulangan kemiskinan ekstrem, peningkatan ketahanan pangan, serta pengembangan sektor pariwisata yang berstandar internasional.
Dari sisi kinerja makroekonomi, NTB menunjukkan tren ketahanan yang sangat baik sepanjang tahun 2025. Pemprov NTB mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 8,33 persen tanpa sektor tambang, dan 3,22 persen termasuk sektor tambang. Meskipun sektor tambang mengalami penurunan yang signifikan, pertumbuhan positif tetap ditopang oleh sektor-sektor seperti industri pengolahan, pariwisata, pertanian, dan jasa keuangan.
Menanggapi capaian tersebut, Pemprov NTB memberikan analisis mendalam mengenai dinamika pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi oleh pergeseran asumsi dasar perencanaan. Saat menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), proyeksi awal pertumbuhan ditetapkan dengan prinsip ceteris paribus, dengan target pertumbuhan yang diharapkan mencapai 5,3 persen pada akhir tahun 2024.
Berdasarkan proyeksi tersebut, Pemprov NTB awalnya menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen untuk tahun 2025 melalui skenario kenaikan moderat sebesar 0,70 persen. Namun, realitas pada awal masa pemerintahan menunjukkan adanya pergeseran kondisi yang mendasar. Akibat kontraksi yang berat di sektor tambang, Pemprov NTB saat ini berhadapan dengan pertumbuhan riil yang berada pada titik minus 1,47 persen.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
