Gubernur NTB Dorong Penguatan Ekonomi Desa Melalui Koperasi
InfoSumbawa – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi desa lewat pengembangan koperasi dan ekosistem bisnis berbasis masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat ia memberikan arahan kepada pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota di Kota Bima pada hari Senin (2/3).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal memastikan bahwa pemerintah daerah akan mendukung pengembangan teknologi serta membantu dalam penyusunan rencana bisnis. Hal ini diharapkan agar koperasi dan unit usaha desa dapat beroperasi dengan lebih efektif. Pendampingan juga akan diberikan untuk mempermudah akses permodalan dari pihak perbankan.
“Kami akan membantu dalam menyusun rencana bisnis agar koperasi dapat mengakses pinjaman perbankan. Yang terpenting, koperasi harus memiliki bisnis yang jelas, bukan hanya sekadar memiliki gerai,” jelasnya.
Gubernur Iqbal juga mengungkapkan kekhawatiran terkait rantai distribusi hasil pertanian yang panjang, yang mengakibatkan petani tidak merasakan keuntungan yang seharusnya. Hasil panen petani sering berpindah tangan melalui berbagai perantara sebelum akhirnya sampai ke pasar, yang berimplikasi pada rendahnya nilai tukar petani.
Ia menambahkan bahwa konsep koperasi yang diperkenalkan oleh pemerintah bertujuan untuk memotong rantai distribusi tersebut. Dengan adanya koperasi, petani dapat menjual hasil produksi mereka langsung ke pasar atau pembeli akhir, yang berpotensi meningkatkan daya tawar mereka dalam menentukan harga.
“Apabila koperasi mampu berfungsi dengan baik dan terorganisir, mereka dapat turut menentukan harga. Ini akan meningkatkan nilai tukar petani dan menarik minat generasi muda untuk kembali ke sektor pertanian,” lanjutnya.
Selain itu, Gubernur Iqbal juga mendorong pengembangan usaha produktif di desa, seperti peternakan ayam petelur skala kecil dan budidaya hortikultura dengan sistem rumah kaca. Model usaha ini dianggap realistis untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Ia memberikan contoh bahwa dengan manajemen kandang ayam secara kolektif, desa dapat memproduksi ribuan butir telur setiap minggu yang kemudian dipasarkan melalui koperasi. Begitu pula dengan budidaya cabai dan sayuran harian yang sangat diminati oleh masyarakat.
Saat ini, sebagian besar kebutuhan pangan di NTB masih bergantung pada pasokan dari luar. Oleh karena itu, memperkuat ekosistem produksi lokal dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung operasional dan pengembangan bisnis koperasi di desa.
Gubernur menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa bukan hanya masalah politik, tetapi lebih kepada tindakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jika berbicara politik, kita akan melakukan pada tempatnya. Namun untuk ekonomi rakyat, ini adalah tugas yang harus kita kerjakan bersama,” tutupnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
