Pemprov NTB Percepat Transformasi Energi melalui Super Grid Listrik
InfoSumbawa – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengintensifkan upaya dalam transformasi energi dengan memanfaatkan inovasi dan berbagai skema kerja sama. Salah satu langkah strategis yang sedang dikerjakan adalah pembangunan super grid listrik yang berfokus pada energi terbarukan. Saat ini, Pemprov NTB sedang terlibat dalam kajian bersama untuk mendukung kemitraan antara tiga provinsi, yaitu Bali, NTB, dan NTT, khususnya dalam pengembangan jaringan listrik terintegrasi atau super grid.
Menurut Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Niken Arumdati, super grid ini dirancang untuk menghubungkan jaringan listrik dari NTB hingga Bali. “Super grid ini akan mengintegrasikan pasokan listrik yang dapat meningkatkan efisiensi dan menciptakan ketahanan energi bagi daerah,” ujarnya saat bertemu di ruang kerjanya.
Dengan potensi energi terbarukan yang melimpah, seperti tenaga surya, angin, air, dan panas bumi, NTB diproyeksikan akan menjadi produsen listrik hijau yang signifikan, berkolaborasi dengan NTT. Di sisi lain, Bali diperkirakan akan menjadi pasar utama karena kebutuhan energinya yang mencapai 1000 Megawatt, jauh di atas kapasitas NTB yang sekitar 360 Megawatt.
“Kita harus memanfaatkan peluang ini, mengingat Bali memiliki permintaan listrik yang jauh lebih tinggi,” lanjutnya. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam hal ketergantungan terhadap pasokan batu bara dari Kalimantan yang tidak stabil. Hal ini berdampak pada operasional beberapa pembangkit, termasuk PLTU Jeranjang, yang harus mengurangi kapasitas produksi akibat keterbatasan pasokan batu bara.
Niken menambahkan, kontribusi energi baru terbarukan (EBT) di NTB saat ini hanya mencapai sekitar 25 persen, sedangkan sisanya masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara, minyak, dan gas. Potensi energi terbarukan di NTB terus berkembang. Untuk pembangkit listrik tenaga surya terhubung, kapasitas terpasang mencapai 21,6 megawatt, sedangkan pembangkit listrik tenaga air skala mikro dan mini mencapai 18,5 megawatt. Selain itu, terdapat kapasitas tambahan 26,8 megawatt yang dibangun secara off grid oleh sektor industri.
Di samping itu, Pemprov NTB juga mulai mengembangkan potensi panas bumi di daerah Hu’u, Kabupaten Dompu, dengan estimasi kapasitas mencapai 65 megawatt. Izin pengembangan untuk proyek ini telah diperoleh sejak Maret 2025. Ke depan, Pemprov NTB bertekad untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi terbarukan guna memperkuat kemandirian energi daerah dan menjadikan NTB sebagai pusat energi hijau di Indonesia bagian tengah.
“Kami ingin memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kemandirian energi. Oleh karena itu, transisi menuju energi terbarukan harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya. Dalam hal pendanaan, Niken menyebut bahwa saat ini mereka mendapatkan dukungan hibah dari Pemerintah Inggris yang digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Bendungan Pandanduri, Lombok Timur, agar proyek tersebut layak secara ekonomi dan menarik bagi investor swasta.
Selain itu, Pemprov NTB juga merencanakan penerbitan Green Sukuk sebagai alternatif pembiayaan untuk pembangunan energi terbarukan. Instrumen ini ditujukan untuk menghimpun pendanaan di luar APBN dan APBD, yang direncanakan akan diterbitkan melalui Bank NTB Syariah. “Dengan menerbitkan obligasi daerah, kami ingin mengeksplorasi berbagai skema pembiayaan untuk pembangunan energi terbarukan,” jelasnya.
Namun, potensi energi dari sampah melalui skema waste to energy masih menghadapi beberapa tantangan. Saat ini, tempat pembuangan akhir Kebon Kongok hanya mampu mengumpulkan sekitar 300 ton sampah per hari, jauh dari syarat minimal 1.000 ton per hari untuk pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah sesuai dengan Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Meskipun begitu, pemanfaatan sampah organik menjadi biogas telah dilakukan, dengan sekitar 8.000 unit instalasi yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan memasak.
“Kerja sama dengan Yayasan Rumah Energi dalam mengonversi sampah menjadi energi telah memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Niken.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
