Gubernur NTB Pantau Harga Kebutuhan Pokok Selama Ramadan

27 Feb 2026 • 02:48 iMedia

InfoSumbawa – Dalam upaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, melakukan kunjungan langsung ke lapangan. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Februari 2026 di Kabupaten Lombok Barat, mengedepankan silaturahmi dan peninjauan harga pasar.

Dalam kunjungannya ke Pasar Gerung, Gubernur yang sering disapa Miq Iqbal itu secara langsung mengecek harga bahan pokok serta melakukan dialog dengan para pedagang dan warga. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa inflasi di beberapa wilayah terjadi akibat kenaikan harga cabai di tiga kabupaten, yaitu Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

“Kenaikan inflasi dipicu oleh peningkatan harga cabai yang tercatat di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Bahkan, perbedaan harga bisa terjadi dalam satu pasar saja. Saya sudah berkoordinasi dengan enumerator untuk mencatat harga terendah sebagai acuan,” ungkap Gubernur Iqbal.

Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa harga daging umumnya masih berada dalam batas wajar sesuai harga acuan. Namun, kenaikan harga daging ayam sedikit terjadi seiring dengan meningkatnya harga ayam hidup di tingkat pemasok.

“Alhamdulillah, harga daging masih dalam kondisi yang baik. Memang harga daging ayam sedikit melonjak karena harga ayam hidup meningkat. Kami akan segera melakukan pengecekan bersama pihak terkait untuk memastikan distribusi tetap optimal,” tegasnya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa kondisi harga minyak goreng, beras, dan bawang cukup stabil. Namun, untuk cabai, kenaikan harga dipengaruhi oleh faktor cuaca dan musim yang tidak menentu, mengakibatkan gagal panen di beberapa daerah.

“Cabai adalah komoditas yang tidak bisa langsung diintervensi seperti beras, minyak, dan gula. Mekanisme harga sangat bergantung pada supply dan demand. Saat ini, banyak yang mengalami gagal panen karena keadaan cuaca,” jelasnya.

Walau demikian, Pemerintah Provinsi NTB tetap berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi harga. Pemerintah mendorong distributor dan pelaku usaha untuk mendatangkan pasokan dari luar daerah serta memberikan subsidi biaya transportasi.

“Kami telah mendorong distributor dari Lombok Tengah dan Lombok Timur untuk mencari pasokan dari luar, serta menawarkan bantuan biaya angkut truk dari Jawa ke NTB secara gratis melalui dukungan Badan Pangan. Ini untuk menjaga agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB mengadakan pasar murah sembako di beberapa lokasi selama Ramadan. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok,” tutup Gubernur.

Pemerintah Provinsi NTB akan terus memantau pergerakan harga serta mengambil tindakan cepat dan tepat untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi seluruh masyarakat NTB.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya