Pemprov NTB Gelar Lentera Ramadan 1447 H di Kota Bima
InfoSumbawa – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meluncurkan program Lentera Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Muwahidin, Kota Bima. Ini menandai pelaksanaan program yang untuk pertama kalinya dilakukan secara bergilir di berbagai kabupaten/kota di wilayah NTB.
Lentera Ramadan merupakan inisiatif baru dari Pemprov NTB yang berlangsung sepanjang bulan suci Ramadan 1447 H. Tujuannya adalah untuk memperkuat syiar Islam, mengembangkan kegiatan keagamaan, serta memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi pengajian, tausiah, lomba-lomba keagamaan, bazar UMKM, serta edukasi usaha dan pemasaran digital bagi pelaku usaha kecil.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa sebelumnya kegiatan Ramadan terfokus di Islamic Center Kota Mataram, namun mulai tahun ini, kegiatan dilakukan secara bergilir ke seluruh daerah. “Saya meminta agar kegiatan ini dilaksanakan di berbagai wilayah NTB,” ujarnya.
Rangkaian Lentera Ramadan dimulai di Lombok Utara pada 25 Februari hingga 1 Maret 2026 dan berlanjut di Kota Bima pada 2-3 Maret, Lombok Tengah pada 4-8 Maret, hingga penutupan di Islamic Center Hubbul Wathan Mataram pada 11–17 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pembangunan di NTB harus merata dan tidak hanya terpusat di Mataram. “Pembangunan harus menyentuh dari Ampenan hingga Sape,” ujarnya tegas.
Salah satu langkah nyata dari komitmen pemerataan adalah penguatan layanan kesehatan di Pulau Sumbawa. Pemprov NTB telah meningkatkan status rumah sakit provinsi di Pulau Sumbawa menjadi tipe B untuk memastikan masyarakat tidak perlu lagi pergi ke Mataram untuk mendapatkan layanan kesehatan yang diperlukan.
Selain itu, ada upaya untuk meningkatkan status Rumah Sakit Kota Bima dari tipe D menjadi tipe C, sehingga mulai Juni 2026, layanan kesehatan penting dapat dilakukan di Kota Bima tanpa harus dirujuk ke Mataram. Gubernur berharap langkah ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga pasien yang sebelumnya harus bermukim di Mataram untuk mendampingi sanak saudaranya yang dirawat.
Gubernur Iqbal juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di masjid yang terintegrasi dengan bazar UMKM. Menurutnya, sinergi antara aktivitas spiritual dan ekonomi ini sangat penting. “Masjid dan pasar bisa bersinergi, dunia dan akhirat dapat berjalan beriringan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, melaporkan bahwa rangkaian Lentera Ramadan di Kota Bima telah dimulai dengan inspeksi mendadak di Pasar Amahami dan dilanjutkan dengan peninjauan UMKM serta kunjungan ke keluarga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam dua tahun terakhir, perekonomian Kota Bima menunjukkan pertumbuhan yang positif, yakni sekitar 4-5 persen per tahun. Meskipun inflasi masih menjadi tantangan, hasil inspeksi pasar menunjukkan kestabilan harga pada berbagai komoditas, termasuk kebutuhan pokok.
Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan dan Idulfitri dalam kondisi aman dengan harga yang terjangkau. Pemprov NTB berharap melalui Lentera Ramadan 1447 H, semangat kebersamaan dan penguatan ekonomi umat semakin terasa di seluruh wilayah NTB, khususnya di Kota Bima.
Dalam acara ini hadir Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Wakil Wali Kota Bima, dan berbagai pejabat lainnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
