Wakil Gubernur NTB Pimpin Apel Siaga Program Indonesia Asri di Bima

03 Mar 2026 • 00:50 iMedia

InfoSumbawa – Kota Bima – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, mengadakan Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan di Kantor Walikota Bima pada hari Senin, 2 Maret. Kegiatan ini berfungsi sebagai platform untuk memperkuat komitmen bersama dalam menangani isu pengelolaan sampah serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkesinambungan.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda menekankan bahwa Gerakan Indonesia Asri adalah bagian dari arahan nasional untuk merevitalisasi budaya gotong royong. Langkah ini dianggap penting demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Wagub Dinda menyatakan, “Pengelolaan sampah tidak lagi dapat dilakukan dengan cara konvensional, seperti kumpul, angkut, buang. Kami harus beralih menuju sistem yang terintegrasi, mulai dari sumber sampah hingga tempat pemrosesan akhir.”

Pemerintah Provinsi NTB mengakui bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bersama. Dari sepuluh tempat pembuangan akhir (TPA) di NTB, hanya beberapa yang telah menerapkan sistem terkelola dengan baik, sementara yang lain masih perlu ditata lebih lanjut. Tantangan ini perlu diselesaikan secara bertahap dengan pendekatan yang terukur dan berkesinambungan.

Peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) juga menjadi fokus perhatian. Pada tahun 2025, IKLH NTB diperkirakan mencapai 77,4, yang tergolong baik, namun angka tersebut masih di bawah target nasional. “Parameter seperti kualitas udara, kualitas air, dan tutupan lahan harus menjadi fokus utama dalam upaya perbaikan, termasuk melalui kegiatan reboisasi dan penghijauan yang berkesinambungan,” tambahnya.

“Gerakan Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan bukan hanya sekadar seremoni, tetapi sebuah panggilan untuk aksi nyata. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dengan pendekatan sistemik dan terukur,” tegas Wagub Dinda.

Apel siaga ini juga diwarnai dengan penanaman pohon pule di halaman Kantor Walikota Bima. Kegiatan penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat gerakan penghijauan dan menjaga keseimbangan lingkungan di area perkotaan.

“Kami ingin bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan. Penanaman pohon pule hari ini menandakan bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan bersama-sama,” imbuhnya.

Pemerintah juga mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, sekolah, pesantren, serta komunitas masyarakat, untuk menjadikan gerakan ini sebagai inisiatif kolektif yang berkelanjutan.

“Tanpa lingkungan yang sehat, pembangunan tidak akan memiliki pondasi yang kuat. Oleh karena itu, mari kita wujudkan NTB yang bersih, hijau, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tutup Wagub Dinda.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya