KemenPPPA dan NTB Luncurkan Inisiatif Ruang Bersama Indonesia untuk Perlindungan Perempuan

18 Apr 2026 • 22:10 iMedia

InfoSumbawa – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan inisiatif bernama Ruang Bersama Indonesia. Peluncuran ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Gubernur NTB, Dr. HL Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menyebutkan bahwa isu perlindungan perempuan dan anak merupakan masalah penting yang harus mendapatkan perhatian serius. Gubernur mengindikasikan bahwa masalah sosial seperti narkoba dan pernikahan dini sering kali berkaitan erat dengan pola asuh yang dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang kurang beruntung.

“Pemprov berkomitmen untuk sebaik mungkin memberdayakan perempuan dan melindungi anak di NTB,” tegasnya saat acara di Pendopo Mataram pada Jumat (17/04/2026).

Gubernur juga menegaskan bahwa upaya perlindungan ini dimulai dari pengentasan kemiskinan melalui program Desa Berdaya. Dia mengingatkan bahwa kelompok rentan, termasuk anak dan perempuan, sering kali berasal dari keluarga pekerja migran yang ditinggalkan di desa. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) bertujuan untuk tidak hanya membantu biaya keberangkatan, tetapi juga menyediakan skema tabungan selama mereka bekerja di luar negeri sehingga dapat mandiri setelah kontrak selesai.

Dalam konteks birokrasi, penggabungan Dinas DP3AP2KB ke dalam Dinas Sosial dan pembentukan direktorat khusus untuk perempuan dan anak di Polda NTB menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, juga menekankan bahwa program ini adalah hasil kolaborasi dari tingkat pusat hingga desa yang melibatkan semua pemangku kepentingan. “Arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan lembaga dalam menyelesaikan masalah,” ucapnya.

Ruang Bersama Indonesia dirancang sebagai wadah kolaborasi di tingkat desa, menyatukan berbagai elemen seperti pendamping desa, tenaga kesejahteraan sosial, aparat keamanan, dan organisasi masyarakat. Selain itu, peran strategis perempuan desa akan dijadikan pendorong utama dalam perubahan sosial.

“Inisiatif ini bertujuan agar semua pihak dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah yang ada secara kolektif,” jelas Menteri Arifah. Implementasi dari program ini juga akan memanfaatkan peran PKK dan Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat di desa dan kelurahan.

Selain itu, KemenPPPA berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi, seperti Seruni Kabinet, untuk memastikan efektivitas program di lapangan. Mereka juga menguatkan layanan pengaduan SAPA 129 sebagai saluran utama bagi masyarakat melaporkan kasus kekerasan, baik terhadap perempuan, anak, maupun laki-laki.

Menteri Arifah menekankan pentingnya aksesibilitas dari layanan ini agar masyarakat tidak kebingungan dalam melaporkan kasus. Dia juga mengapresiasi dedikasi Pemerintah Provinsi NTB dalam menangani masalah perempuan dan anak, termasuk keberhasilan dalam menurunkan angka pernikahan anak.

“Dengan kepemimpinan yang kuat dari kepala daerah, kolaborasi akan menjadi lebih mudah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ruang Bersama Indonesia menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Dengan kolaborasi yang terintegrasi, pemerintah optimis berbagai persoalan sosial terkait perempuan dan anak dapat diatasi dengan lebih efektif dan berkelanjutan.

Menteri Arifah berharap inisiatif ini dapat dipelopori dari NTB dan menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam menciptakan masyarakat yang aman, inklusif, adil, dan setara. Di akhir acara, penghargaan juga diberikan kepada beberapa institusi atas dedikasinya dalam perlindungan perempuan dan anak, termasuk Kepala Kejati NTB, Kombes Ni Made Pujewati dari Polda NTB, dan Rektor Unram, Prof Sukardi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya