NTB Luncurkan Desa Migran Emas untuk Perkuat Tata Kelola Pekerja Migran

11 Sep 2025 • 12:29 Redaksi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui peluncuran Desa Migran Emas. Langkah strategis ini diresmikan oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, pada Kamis (11/9).

Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kementerian P2MI atas perhatian yang diberikan kepada NTB, yang merupakan salah satu kantong terbesar pekerja migran di Indonesia. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola yang dimulai dari tingkat desa dengan melibatkan aparat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, terutama dalam pemutakhiran data.

“Selama ini banyak permasalahan PMI bermula dari data yang tidak sesuai sejak awal keberangkatan. Dengan data yang baik dan benar, serta peningkatan kemampuan, mimpi mereka sebagai penyumbang devisa negara dapat lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Berdasarkan data, NTB menempatkan lebih dari 63 ribu pekerja migran di luar negeri dalam tiga tahun terakhir, termasuk 27.003 pada 2023 dan 21.252 pada 2024. Hal ini menunjukkan skala migrasi yang besar dan tanggung jawab untuk memastikan keberangkatan yang aman dan bermartabat.

Peluncuran 22 Desa Migran Emas di tujuh kabupaten bertujuan untuk memperkuat layanan informasi migrasi, pendidikan keterampilan, literasi keuangan, serta dukungan sosial bagi keluarga PMI. Lebih dari 20 kepala desa menandatangani deklarasi sebagai wujud komitmen bersama.

“Melalui Desa Migran Emas, NTB siap menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan tata kelola migrasi yang lebih aman, adil, manusiawi, dan menyejahterakan,” tegas Wakil Gubernur.

Acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran perdana Imigrasi Lounge PMI BIZAM BP3MI NTB, peresmian Skill Center Provinsi NTB, serta penandatanganan MoU antara KP2MI/BP2MI dan Pemprov NTB.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya