Gubernur NTB Ajak Masyarakat Jaga Toleransi Menjelang Nyepi dan Idul Fitri

15 Mar 2026 • 06:59 iMedia

InfoSumbawa – Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, mengajak masyarakat NTB untuk menjaga suasana toleransi dan saling menghormati menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang bersamaan dengan malam takbiran Idul Fitri.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, dalam sebuah konferensi pers di Mataram pada hari Ahad (15/3/26). Ia menyampaikan bahwa Gubernur Iqbal menekankan pentingnya masyarakat NTB yang telah lama menganut tradisi toleransi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

“Di NTB, kita telah terbiasa hidup dalam kebersamaan. Toleransi bukan hanya kata-kata, tetapi sudah menjadi bagian dari kultur masyarakat kita. Dengan adanya momen bersamaan antara Nyepi dan Idul Fitri, kita memiliki kesempatan untuk menunjukkan bagaimana harmoni dapat terjaga,” ungkap Ahsanul Khalik merujuk pada pernyataan Gubernur.

Pemerintah Provinsi NTB juga memastikan bahwa pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh untuk Nyepi serta Pawai Takbiran untuk Idul Fitri dapat dilaksanakan tanpa adanya larangan. Keduanya akan tetap dilakukan dengan memperhatikan ketertiban dan kesepahaman di tingkat masyarakat.

Di Kota Mataram, koordinasi telah dilakukan antara pemerintah kota, tokoh agama Hindu dan Islam, serta panitia dari masing-masing kegiatan, bersama dengan aparat keamanan. Pertemuan-pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa dua perayaan tersebut dapat berjalan dengan tertib.

Beberapa kesepakatan yang telah disusun mencakup tata tertib pelaksanaan, batasan jumlah peserta, pengaturan rute, serta pengawalan oleh pihak keamanan. Pengawalan juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa selama kegiatan berlangsung.

Koordinasi serupa juga mencakup daerah lain di NTB, seperti Lingsar dan Narmada di Kabupaten Lombok Barat maupun Kabupaten Sumbawa. Menurut Ahsanul Khalik, Gubernur Iqbal memberikan apresiasi terhadap masyarakat NTB yang menunjukkan kedewasaan dan pengertian dalam kehidupan beragama.

Umat Islam memberikan kesempatan kepada umat Hindu melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi, sementara umat Hindu juga menghormati pelaksanaan malam takbiran dan Shalat Idul Fitri. “Kehidupan beragama di NTB yang saling menghargai ini merupakan kekuatan yang perlu kita jaga,” tambah Ahsanul Khalik.

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal mengimbau semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif selama kegiatan keagamaan tersebut. Ia menekankan bahwa peran tokoh agama, masyarakat, serta aparat sangat vital untuk memastikan ketenangan di tengah masyarakat.

Generasi muda juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga komunikasi dan kebersamaan demi kelancaran setiap acara keagamaan. “Kami ingin menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa NTB hidup dalam kebersamaan, menghargai satu sama lain, tanpa ada konflik dari perbedaan,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan agar semua kegiatan berlangsung dengan baik dan aman. Dukungan pengamanan dari Polri dan TNI juga dipersiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan, Gubernur Iqbal dijadwalkan hadir dalam pelepasan Pawai Ogoh-ogoh di Kota Mataram. Pemprov NTB berharap sinergi antara perayaan Nyepi dan Idul Fitri ini akan lebih menguatkan nilai-nilai toleransi dan menjadi contoh kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya