Pemkab Sumbawa Tunjukkan Komitmen Peningkatan SDM di Tahun Pertama Pemerintahan

25 Feb 2026 • 02:52 iMedia

InfoSumbawa – Satu tahun telah berlalu sejak pemerintahan Jarot–Ansori dijalankan, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa semakin menegaskan dedikasinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui program unggulan yang ditujukan untuk menciptakan tenaga kerja yang unggul dan mandiri, berbagai langkah konkret telah diambil.

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 122 tenaga kerja berhasil mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa. Program ini merupakan bagian dari strategi pengembangan SDM yang disusun berdasarkan kebutuhan industri dan sektor usaha yang ada.

Bidang Keahlian Pelatihan

Pelatihan yang dilaksanakan difokuskan pada enam bidang keahlian utama, yaitu:

  • Barista (32 peserta)
  • Alat Berat (16 peserta)
  • Boga (16 peserta)
  • Desain Grafis (16 peserta)
  • Las 6G (16 peserta)
  • Listrik (16 peserta)

Selain pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyediakan program magang bagi 10 lulusan SMK untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di industri.

Untuk mendukung semua inisiatif ini, alokasi anggaran sebesar Rp2,08 miliar dari APBD telah disiapkan untuk penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, revitalisasi BLK Sumbawa dilaksanakan serta kerja sama dengan berbagai pihak industri dibangun untuk meningkatkan kualitas pelatihan agar selaras dengan tuntutan pasar kerja.

Transparansi dan Dampak Program

1. Transparansi Anggaran
Alokasi dana sebesar Rp2,08 miliar dari APBD mencerminkan bahwa program penguatan SDM bukan sekadar retorika, tetapi nyata dengan dukungan anggaran yang transparan. Dengan menunjukkan angka peserta dan bidang pelatihan, pemerintah menunjukkan komitmen untuk transparan dalam penggunaan dana. Masyarakat pun berhak menilai berbagai aspek, seperti persentase lulusan yang mendapatkan pekerjaan, yang menjadi wirausaha, serta tindak lanjut monitoring pasca pelatihan.

2. Relevansi terhadap Kebutuhan Daerah
Bidang keahlian seperti Las 6G, Alat Berat, dan Listrik memiliki relevansi tinggi untuk sektor konstruksi dan industri di Sumbawa. Di sisi lain, pelatihan Barista dan Boga juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

3. Skala Program yang Perlu Diperluas
Dengan 122 tenaga kerja yang telah bersertifikat, langkah ini merupakan awal yang menggembirakan, meskipun dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja di Sumbawa, angka ini masih tergolong kecil. Oleh karena itu, tahun kedua harus diarahkan pada perluasan kapasitas pelatihan, peningkatan kemitraan industri, dan penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih signifikan.

4. Revitalisasi BLK sebagai Fondasi Jangka Panjang
Revitalisasi BLK merupakan investasi untuk masa depan. Jika dikelola dengan baik, BLK dapat berfungsi sebagai pusat pengembangan kompetensi lokal, menurunkan angka pengangguran, serta menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri.

Kemajuan yang Harus Ditingkatkan

Program penciptaan tenaga kerja unggul yang dilaksanakan selama tahun pertama pemerintahan Jarot–Ansori menjadi salah satu pencapaian yang signifikan. Dengan jumlah tenaga kerja bersertifikat sebanyak 122 orang, pelatihan di enam bidang kompetensi, serta dukungan anggaran dari APBD, Pemkab Sumbawa telah memulai langkah sistematis untuk memperkuat SDM.

Ke depannya, tantangan utama tidak hanya terletak pada pelatihan, tetapi juga pada memastikan dampak positifnya melalui serapan kerja, peningkatan pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Transparansi yang berkelanjutan dan publikasi kemajuan akan menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya