Catatan Kritis terhadap Pengadaan Alat Praktik SMK di NTB

03 Sep 2025 • 12:45 Redaksi

Proses pengadaan alat praktik untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui e-purchasing telah menimbulkan beberapa catatan kritis terkait dengan jadwal pelaksanaan yang diumumkan melalui Portal SIRUP NTB. Berdasarkan informasi yang disajikan di portal tersebut, tahapan pemilihan penyedia dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Mei, sementara penandatanganan kontrak dijadwalkan untuk periode Mei hingga Juli.

Namun, laporan di lapangan menunjukkan bahwa kedua tahapan tersebut baru dilaksanakan serentak pada 29 Agustus. Ketidaksesuaian ini menimbulkan beberapa perhatian serius.

Catatan Kritis terhadap Pengadaan Alat Praktik SMK di NTB

Ketidaksesuaian Jadwal

Ketidaksesuaian antara jadwal yang diumumkan dan pelaksanaan di lapangan dapat menimbulkan kesan bahwa perencanaan hanya dilakukan sebagai formalitas belaka. Hal ini berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap kredibilitas pemerintah daerah.

Transparansi dan Akuntabilitas

Portal SIRUP diharapkan menjadi alat utama untuk menjamin transparansi. Namun, jika informasi yang disajikan berbeda dengan kenyataan, maka fungsi kontrol publik menjadi lemah dan dapat menimbulkan kecurigaan adanya rekayasa dalam proses pengadaan.

Dampak pada Efektivitas

Keterlambatan dalam proses pemilihan penyedia dan penandatanganan kontrak berdampak langsung pada keterlambatan pengiriman alat praktik. Ini tentunya merugikan sekolah, terutama para siswa SMK yang sangat membutuhkan fasilitas tersebut untuk menggali kompetensi mereka tepat waktu.

Kepatuhan terhadap Regulasi

Pedoman pelaksanaan DAK Pendidikan dan peraturan LKPP menuntut adanya konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan. Ketidaksesuaian jadwal tanpa penjelasan resmi dapat dianggap sebagai bentuk maladministrasi.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya