Kesehatan & Lingkungan

Gubernur NTB: Tantangan Gangguan Kejiwaan di Era Over Informasi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyoroti permasalahan gangguan kejiwaan yang semakin mendesak di era informasi berlebih. Hal ini disampaikannya saat membuka Pertemuan Ilmiah Regional Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI)…

Redaksi August 28, 2025 · 11:24 pm
ADVERTISEMENT970 × 90

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyoroti permasalahan gangguan kejiwaan yang semakin mendesak di era informasi berlebih. Hal ini disampaikannya saat membuka Pertemuan Ilmiah Regional Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Wilayah Bali–Denpasar–NTB. Acara yang bekerja sama dengan Seksi Psikiatri dan Budaya ini diselenggarakan di Mataram, Kamis (28/8).

Dalam pidatonya, Gubernur Iqbal menekankan bahwa percepatan perubahan budaya, terutama yang dipicu oleh perkembangan media sosial, menjadi tantangan utama. Menurutnya, masyarakat menjadi lebih terpapar informasi dari luar daerah dibandingkan dengan situasi di sekitar lingkungan mereka sendiri.

Gubernur menjelaskan bahwa masyarakat saat ini dihadapkan pada kondisi over information, di mana sekitar 80 persen informasi yang diterima setiap hari tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini, menurutnya, menuntut masyarakat untuk memiliki ketahanan psikologis yang kuat dalam mengelola kesehatan mental.

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa meskipun banyak pekerjaan terancam oleh perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi, profesi psikolog akan tetap penting dan diperlukan. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan simposium ini yang memberi perhatian khusus pada isu budaya dan kesehatan jiwa.

Gubernur menambahkan bahwa dengan mengarusutamakan kesehatan mental, berbagai persoalan kesehatan masyarakat dapat diselesaikan. Simposium ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa di tengah perubahan global.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

Redaksi

ADVERTISEMENTResponsive

Tinggalkan Komentar

Tulis tanggapan Anda dengan sopan dan relevan dengan artikel. Email tidak akan dipublikasikan.